MAKALAH KAPITA SELEKTA DAKWAH
METODE DAKWAH NABI LUTH AS
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Makalah
Mata Kuliah Kapita Selekta Dakwah
Dosen pengampu: Ridho Sudianto, M. Sy
0leh:
Muhammad Abd Kodir
KPI/Dakwah
SEMESTER V
INSTITUT DIROSAT ISLAMIYAH AL-AMIEN (IDIA)
PRENDUAN SUMENEP MADURA JAWA TIMUR
Tahun Ajaran; 1436-1437 H./ 2016-2017 M.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Nabi Luth adalah anak keponakan Nabi Ibrahim.
Ayahnya bernama Haran (Abaraan) bin Tareh, saudara kandung Nabi Ibrahim yang
kembar dengan pamannya yang bernama nahor.
Silsilah lengkapnya adalah Luth bin Haran bin
Azara bin Nahur bin Suruj bin Rau bin Falij bin Abir bin Syalih bin Arfahsad
bin Syam bin Nuh. Dia menikah dengan seorang gadis bernama Ado. Namun ada juga
yang menyebutnya Walihah.
Nabi Luth memiliki dua orang anak perempuan
bernama Raitsa dan Zaghrata.
Nabi Luth ikut serta bersama nabi Ibrahim as
berhijrah ke mesir. Disana, nabi uth tinggal bersama nabi brahim, mereka
mengusahakan ternak dan tanaman.
Dari tahun ke tahun, panen mereka terus
bertambah melimpah. Banyaknya kekayaan nabi Ibrahm as dan nabi Luth as
menyebabkan penduduk disekitarya menjadi iri. Apalagi mereka mengetahui nabi
Ibrahim as dan nabi Luth as memutuskan untuk membagi dua seluruh kekayaan
mereka. Nabi Ibrahim as tetap bertinggal di mesir dan nabi Luth as pergi ke
Yordania bertepatan di daerah palestin nabi Luth as menetap di wilayah sodom.
B. Rumusan masalah
1. Seperti apakah sifat dan kebiasaan kaum sodom?
2. Bagaimana dan azab apakah yang allah turunkan kepada kaum sodom?
3. Bagaimanakah metode nabi Luth as berdakwah kepada kaum sodom?
C. Tujuan penulisan
Adapun tujuan penulisan sebagai berikut:
1. Ingin mengetauhui sifat dan kebiasaan kaum sodom.
2. Dapat mengambil hikmah dari peringatan Allah SWT kepada kaum sodom.
3. Agar megetahui metode/cara nabi Luth as dalam menghadapi kaum sodom.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Kebiasaan dan keadaan kaum Sodom
Masyarakat kaum
Sodom adalah masyarakat yang rendah tingkat moral serta akhlaqnya rusak pula
mentalnya, dan mereka tidak menganut pada agama. Kemaksiatan dan kemungkaran
kian hari meraja rela dalam kehidupan juga pergaulan mereka. Yang kuat menindas
yang lemah yang lemah menjadi korban dari kekuasaan yang kuat seta perlakuan
yang buruk. Mereka bergaul sesama jenisnya.
Mereka mencuri,
merampas harta benda yang berharga dari para pendatang yang bersinggah atau
melewati daerah mereka. Apabila pendatang itu seorang laki-laki yang tampan dan
juga gagah maka para kaum laki-laki akan saling berebut untuk menggaulinya,
sedangkan apabila pendatang itu adalah kaum perempuan berparas cantik jelita
dan anggun maka kaum wanita yang akan merebutnya untuk mereka gauli. Bila
pendatang itu melawan atau menolak maka nyawa mereka yang menjadi ancamannya.
Kebiasaan kaum
Sodom ini kian terus meraja rela, pada hakekatnya mereka mengetahui bahwa yang
mereka lakukan itu adalah hal yang salah. Awalnya mereka hanya mencoba-coba
saja untuk menggauli sesama jenisnya. Namun, karena tidak ada yang menegur
mereka yang mencoba-coba dan sebaliknya mereka yang mengetahui malah mengikuti
bahkan terjerumus dalam kesesatan. Sebagian dari mereka menggauli selain jenis
mereka atau laki dengan perempuan, hanya untuk memiliki keturunan belaka tanpa menuntut
kemungkinan apabila anak mereka laki-laki. Kelak ayah dari anak itu menggauli
anaknya sendiri. Begitupun sebaliknya apabila anak yang lahir nanti anak
perempuan yang cantik. Mereka menjadikan anak mereka sebagai alat mereka
mencari uang kebutuhan sehari-hari, mereka menyewakan anak mereka sebagai pemuas
hawa nafsu sesame jenisnya. Bahkan ada pula yang membunuh ayah kandungnya demi
mendapatkan serta menggauli anaknya yang sesama jenisnya.
Nabi Luth as
diutus oleh Allah SWT untuk memperbaiki dan memperingati kaum Sodom yang
memiliki kebiasaan buruk itu. Tiba di kaum Sodom nabi Luth as langsung
memperingati mereka untuk meninggalkan pekerjaan mereka yang keji tersebut,
begitu seringnya nabi Luth as memperingati mereka untuk kembali kejalan yang
benar justru membuat para kaum Sodom jengkel dan meminta kepada nabi Luth as
untuk berhenti mendakwahi mereka, mereka mengancam nabi Luth as akan di
ungsikan dari wilayah tersebut bahkan menantang nabi Luth as untuk membuktikan
bahwa ia adalah utusan dengan memberikan mereka azab.
B. Azab Allah terhadap kaum Sodom
Pada
suatu hari ketika anak perempuan nabi luth as menimba air di sumur, datang dua
orang pemuda gagah dan tampan menghampirinya dan berkata kepadanya bahwa mereka
ingin bertemu dengan nabi Luth as. Anak
perempuan tersebut tidak berani memberi keputusan sebelum dia berunding
terlebih dahulu dengan keluarganya.
Maka ditinggalkanlah para lelaki muda itu, lalu
pulang ke rumah cepat-cepat untuk memberitahu ayahnya (Luth).
Nabi Luth as pun ikut terkejut mendengar kabar
tersebut dan segera menghampiri kedua pemuda tersebut yang berada di pinggiran
kota. Nabi Luth as meminta kepada kedua orang tersebut untuk segera bergegas meninggalkan
daerah Sodom dan membatalkan niat mereka untuk bertamu ke rumah beliau karena
nabi Luth sangat telah berprasangka halburuk yang menimpa mereka layaknya pendatang-pendatang
yang datang ke daerah Sodom tersebut.
Dua
pemuda tersebut tetap bersikeras berpegang teguh pada ucapan mereka yang
pertama kali yaitu datang bertamu ke rumah nabi luth as. Banyak berbincang
dengan kedua pemuda tersebut begitu juga dengan desakan kedua pemuda tersebut
untuk tetap bertamu ke rumah beliau akhirnya nabi Luth as menerima mereka dan
meminta mereka untuk menunggu waktu gelap demi keselamatan mereka. Setelah tiba
hari gelap dan para kaum Sodom tertidur nabi Luth as bersama kedua pemuda
tersebut menuju rumah beliau secara diam-diam.
Di
tutuplah pintu rumah rapat-rapat kemudian nabi Luth as memperingati kepada
keluarganya untuk merahasiakan apa yang terjadi waktu itu dan untuk jangan
sampai bocor. Tak lama berbincang rumah nabi Luth as mulai gaaduh dengan
keadaan di luar membuat nabi Luth as resah, apa yang dirahasiakan telah bocor
dan suara kegaduhan para kaum lelaki Sodom kian meraja rela. Nabi Luth as
semakin terkejut diketika melihat istrinya tidak ada di dalam rumah, yang
nampaknya istrinya sendirilah yang membocorkan rahasia terssebut.
Mereka menggedor-gedor pintu sekaligus mencari
celah untuk membuka pintu tersebut. Sementara kedua pemuda tersebut duduk
dengan sangat tenang.
Nabi
luth as kembali mengingatkan mereka untuk kembali ke jalan Allah, menyuruh
mereka untuk kembali kepada istri mereka dan menggaulinya dengan cara yang
benar. Mereka para kaum lelaki tersebut tidak menghiraukannya dan menyuruh nabi
Luth as untuk membukakan pintu tersebut untuk mereka.
Hingga
kemudian nabi Luth as berkata ;
“Sesungughnya saya
tidak berdaya lagi menahan orang-orang itu menyerbu ke dalam. Au tidak memiliki
senjata dan kekuatan fisik yang dapat menolak kekerasan mereka, tidak punya
mempunyai keluarga atau sanak saudara yang disegani mereka yang dapat aku mintai
pertolongannya, maka aku merasa sangat kecewa, bahwa sebagai tuan rumah aku
tidak dapat menghalau gangguan terhadap tamu-tamuku di rumahku sendiri”
Setelah
keluh kesahnya disampaikan oleh nabi luth as, kedua orang lelaki tersebut
memperkenalkan diri kepada nabi luth as bahwa sanya mereka adalah malaikat yang
diutus oleh Allah SWT yang menyamar menjadi manusia dan melaksanakan perintah
Allah untuk memberikan azab kepada kaum Sodom tersebut. Kedua malaikat tersebut
menyurh nabi Luth as untuk membukakan pitu rumah tersebut lebar-lebar untuk
kaum lelaki yang berada diluar rumah itu.
Ketika
pintu dibuka masuklah secara rebutan para laki-laki tersebut. Namun mereka
tidak melihat apapun mereka telah dibutakan matanya, mereka saling meraba satu
sama lain, bertabrakan satu sama lain. Sementara nabi Luth as diberi kabar
untuk meninggalkan perkampungan tersebut bersama keluarganya beserta kaumnya
sesegera mungkin dan di beri pesan agar tidak menoleh sedikitpun kebelakang
selama perjalanan.
Nabi
Luth as bergegas meninggalkan perkampungan tersebut bersama keluarga serta
kaumnya, akantetapi dalam perjalanan istrinya begitu ragu kedapa perkataan
kedua malaikat tersebut dan tiada hentinya menoleh kebelakang dalam perjalanan
sehingga ia tertinggal dari rombongan nabi Luth as.
Begitu Nabi Luth beserta kedua puterinya
melewati batas kota Sadum, sewaktu fajar menyingsing, bergetarlah bumi dengan
dahsyatnya di bawah kaki rakyat Sodom, tidak terkecuali isteri Nabi Luth yang
munafik itu.
Getaran tersebut diikuti gempa bumi dahsyat dan
angin kencang, serta hujan batu yang menghancurkan Kota Sodom berserta semua
penghuninya. Pada akhirnya masyarakat sodompun di musnahkan.
Sebagai peringatan bagi kaum yang kemudian,
Allah meninggalkan bekas-bekas keruntuhan Kota Sodom. Dalam Alquran, Surah
Asy-Syuaraa (26:160-173)
C.
Metode dakwah nabi Luth as
Ada beberapa metode yang dapat kita ambil dari
dakwah nabi Luth as yaitu sebagai berikut;
1. Nabi Luth as mengajak para kaum
negri Sodom untuk kembali ke jalan Allah SWT secara terus menerus (istiqomah)
2. Nabi Luth as bersabar dalam mengajak
para kaum Sodom walaupun nabi Luth as di cela bahkan di ancam untuk di
ungsikan.
3. Memasrahkan diri kepada Allah dalam
menghadapi kaum Sodom yang keras kepala.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah penulis menyusun bab
pendahuluan dan pembahasan. Maka, penulis menyimpulkan pembahsan tersebut pada
bab penutupan ini. Adapun kesimpulannya adalah sebagai berikut;
1.
Nabi Luth adalah anak keponakan Nabi Ibrahim.
Ayahnya bernama Haran (Abaraan) bin Tareh, saudara kandung Nabi Ibrahim yang
kembar dengan pamannya yang bernama nahor.
Silsilah lengkapnya adalah Luth bin Haran bin
Azara bin Nahur bin Suruj bin Rau bin Falij bin Abir bin Syalih bin Arfahsad
bin Syam bin Nuh. Dia menikah dengan seorang gadis bernama Ado. Namun ada juga
yang menyebutnya Walihah.
Nabi Luth memiliki dua orang anak perempuan
bernama Raitsa dan Zaghrata. Sebagian besar hidup Nabi Luth dihabiskan dengan mengikuti
perjalanan bersama Nabi Ibrahim. Mereka juga dikenal suka berdagang dan
beternak.
2. Kaum Sodom termasuk kaum yang
kebiasaannya melakukan hal tercela seperti ; berzina sesame jenisnya, merampas
harta benda orang lain, menindas orang-orang yang lemah diantara mereka. Sehingga
pada akhirnya Allah SWT menurunkan azab kepada mereka berupa gempa bumi dahsyat dan angin
kencang, serta hujan batu dan buta.
3. Metode dakwah nabi Luth as adalah
sebagai berikut ;
a. Istiqomah
b. Bersabar
c. Bertawakkal
DAFTAR PUSTAKA
Ø Katsir, Ibnu. Kisah Para Nabi.
Pustaka Azzam; Jakarta
Ø http://ceritaislami.net/cerita-nabi-luth-as-dan-kisah-kaumnya-yang-sesat-kena-azab/
Ø http://makalahzieza.blogspot.co.id/2014/04/kisah-kaum-nabi-luth-dalam-surat-al.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar