Minggu, 20 November 2016

metode dakwah nabi Luth as

MAKALAH KAPITA SELEKTA DAKWAH
METODE DAKWAH NABI LUTH AS
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Makalah
Mata Kuliah Kapita Selekta Dakwah
Dosen pengampu: Ridho Sudianto, M. Sy















0leh:
Muhammad Abd Kodir
KPI/Dakwah
SEMESTER V






INSTITUT DIROSAT ISLAMIYAH AL-AMIEN (IDIA) PRENDUAN SUMENEP MADURA JAWA TIMUR
Tahun Ajaran; 1436-1437 H./ 2016-2017 M.





BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar belakang
Nabi Luth adalah anak keponakan Nabi Ibrahim. Ayahnya bernama Haran (Abaraan) bin Tareh, saudara kandung Nabi Ibrahim yang kembar dengan pamannya yang bernama nahor.
Silsilah lengkapnya adalah Luth bin Haran bin Azara bin Nahur bin Suruj bin Rau bin Falij bin Abir bin Syalih bin Arfahsad bin Syam bin Nuh. Dia menikah dengan seorang gadis bernama Ado. Namun ada juga yang menyebutnya Walihah.
Nabi Luth memiliki dua orang anak perempuan bernama Raitsa dan Zaghrata.
Nabi Luth ikut serta bersama nabi Ibrahim as berhijrah ke mesir. Disana, nabi uth tinggal bersama nabi brahim, mereka mengusahakan ternak dan tanaman.
Dari tahun ke tahun, panen mereka terus bertambah melimpah. Banyaknya kekayaan nabi Ibrahm as dan nabi Luth as menyebabkan penduduk disekitarya menjadi iri. Apalagi mereka mengetahui nabi Ibrahim as dan nabi Luth as memutuskan untuk membagi dua seluruh kekayaan mereka. Nabi Ibrahim as tetap bertinggal di mesir dan nabi Luth as pergi ke Yordania bertepatan di daerah palestin nabi Luth as menetap di wilayah sodom.

B.  Rumusan masalah

1.      Seperti apakah sifat dan kebiasaan kaum sodom?
2.      Bagaimana dan azab apakah yang allah turunkan kepada kaum sodom?
3.      Bagaimanakah metode nabi Luth as berdakwah kepada kaum sodom?

C.  Tujuan penulisan
Adapun tujuan penulisan sebagai berikut:
1.      Ingin mengetauhui sifat dan kebiasaan kaum sodom.
2.      Dapat mengambil hikmah dari peringatan Allah SWT kepada kaum sodom.
3.      Agar megetahui metode/cara nabi Luth as dalam menghadapi kaum sodom.





BAB II
PEMBAHASAN

A.    Kebiasaan dan keadaan kaum Sodom
Masyarakat kaum Sodom adalah masyarakat yang rendah tingkat moral serta akhlaqnya rusak pula mentalnya, dan mereka tidak menganut pada agama. Kemaksiatan dan kemungkaran kian hari meraja rela dalam kehidupan juga pergaulan mereka. Yang kuat menindas yang lemah yang lemah menjadi korban dari kekuasaan yang kuat seta perlakuan yang buruk. Mereka bergaul sesama jenisnya.
Mereka mencuri, merampas harta benda yang berharga dari para pendatang yang bersinggah atau melewati daerah mereka. Apabila pendatang itu seorang laki-laki yang tampan dan juga gagah maka para kaum laki-laki akan saling berebut untuk menggaulinya, sedangkan apabila pendatang itu adalah kaum perempuan berparas cantik jelita dan anggun maka kaum wanita yang akan merebutnya untuk mereka gauli. Bila pendatang itu melawan atau menolak maka nyawa mereka yang menjadi ancamannya.
Kebiasaan kaum Sodom ini kian terus meraja rela, pada hakekatnya mereka mengetahui bahwa yang mereka lakukan itu adalah hal yang salah. Awalnya mereka hanya mencoba-coba saja untuk menggauli sesama jenisnya. Namun, karena tidak ada yang menegur mereka yang mencoba-coba dan sebaliknya mereka yang mengetahui malah mengikuti bahkan terjerumus dalam kesesatan. Sebagian dari mereka menggauli selain jenis mereka atau laki dengan perempuan, hanya untuk memiliki keturunan belaka tanpa menuntut kemungkinan apabila anak mereka laki-laki. Kelak ayah dari anak itu menggauli anaknya sendiri. Begitupun sebaliknya apabila anak yang lahir nanti anak perempuan yang cantik. Mereka menjadikan anak mereka sebagai alat mereka mencari uang kebutuhan sehari-hari, mereka menyewakan anak mereka sebagai pemuas hawa nafsu sesame jenisnya. Bahkan ada pula yang membunuh ayah kandungnya demi mendapatkan serta menggauli anaknya yang sesama jenisnya.
Nabi Luth as diutus oleh Allah SWT untuk memperbaiki dan memperingati kaum Sodom yang memiliki kebiasaan buruk itu. Tiba di kaum Sodom nabi Luth as langsung memperingati mereka untuk meninggalkan pekerjaan mereka yang keji tersebut, begitu seringnya nabi Luth as memperingati mereka untuk kembali kejalan yang benar justru membuat para kaum Sodom jengkel dan meminta kepada nabi Luth as untuk berhenti mendakwahi mereka, mereka mengancam nabi Luth as akan di ungsikan dari wilayah tersebut bahkan menantang nabi Luth as untuk membuktikan bahwa ia adalah utusan dengan memberikan mereka azab.

B.  Azab Allah terhadap kaum Sodom
Pada suatu hari ketika anak perempuan nabi luth as menimba air di sumur, datang dua orang pemuda gagah dan tampan menghampirinya dan berkata kepadanya bahwa mereka ingin bertemu dengan nabi Luth as. Anak perempuan tersebut tidak berani memberi keputusan sebelum dia berunding terlebih dahulu dengan keluarganya.
Maka ditinggalkanlah para lelaki muda itu, lalu pulang ke rumah cepat-cepat untuk memberitahu ayahnya (Luth).
 Nabi Luth as pun ikut terkejut mendengar kabar tersebut dan segera menghampiri kedua pemuda tersebut yang berada di pinggiran kota. Nabi Luth as meminta kepada kedua orang tersebut untuk segera bergegas meninggalkan daerah Sodom dan membatalkan niat mereka untuk bertamu ke rumah beliau karena nabi Luth sangat telah berprasangka halburuk yang menimpa mereka layaknya pendatang-pendatang yang datang ke daerah Sodom tersebut.
Dua pemuda tersebut tetap bersikeras berpegang teguh pada ucapan mereka yang pertama kali yaitu datang bertamu ke rumah nabi luth as. Banyak berbincang dengan kedua pemuda tersebut begitu juga dengan desakan kedua pemuda tersebut untuk tetap bertamu ke rumah beliau akhirnya nabi Luth as menerima mereka dan meminta mereka untuk menunggu waktu gelap demi keselamatan mereka. Setelah tiba hari gelap dan para kaum Sodom tertidur nabi Luth as bersama kedua pemuda tersebut menuju rumah beliau secara diam-diam.
Di tutuplah pintu rumah rapat-rapat kemudian nabi Luth as memperingati kepada keluarganya untuk merahasiakan apa yang terjadi waktu itu dan untuk jangan sampai bocor. Tak lama berbincang rumah nabi Luth as mulai gaaduh dengan keadaan di luar membuat nabi Luth as resah, apa yang dirahasiakan telah bocor dan suara kegaduhan para kaum lelaki Sodom kian meraja rela. Nabi Luth as semakin terkejut diketika melihat istrinya tidak ada di dalam rumah, yang nampaknya istrinya sendirilah yang membocorkan rahasia terssebut.
 Mereka menggedor-gedor pintu sekaligus mencari celah untuk membuka pintu tersebut. Sementara kedua pemuda tersebut duduk dengan sangat tenang.
Nabi luth as kembali mengingatkan mereka untuk kembali ke jalan Allah, menyuruh mereka untuk kembali kepada istri mereka dan menggaulinya dengan cara yang benar. Mereka para kaum lelaki tersebut tidak menghiraukannya dan menyuruh nabi Luth as untuk membukakan pintu tersebut untuk mereka.
Hingga kemudian nabi Luth as berkata ;
 “Sesungughnya saya tidak berdaya lagi menahan orang-orang itu menyerbu ke dalam. Au tidak memiliki senjata dan kekuatan fisik yang dapat menolak kekerasan mereka, tidak punya mempunyai keluarga atau sanak saudara yang disegani mereka yang dapat aku mintai pertolongannya, maka aku merasa sangat kecewa, bahwa sebagai tuan rumah aku tidak dapat menghalau gangguan terhadap tamu-tamuku di rumahku sendiri”
Setelah keluh kesahnya disampaikan oleh nabi luth as, kedua orang lelaki tersebut memperkenalkan diri kepada nabi luth as bahwa sanya mereka adalah malaikat yang diutus oleh Allah SWT yang menyamar menjadi manusia dan melaksanakan perintah Allah untuk memberikan azab kepada kaum Sodom tersebut. Kedua malaikat tersebut menyurh nabi Luth as untuk membukakan pitu rumah tersebut lebar-lebar untuk kaum lelaki yang berada diluar rumah itu.
Ketika pintu dibuka masuklah secara rebutan para laki-laki tersebut. Namun mereka tidak melihat apapun mereka telah dibutakan matanya, mereka saling meraba satu sama lain, bertabrakan satu sama lain. Sementara nabi Luth as diberi kabar untuk meninggalkan perkampungan tersebut bersama keluarganya beserta kaumnya sesegera mungkin dan di beri pesan agar tidak menoleh sedikitpun kebelakang selama perjalanan.
Nabi Luth as bergegas meninggalkan perkampungan tersebut bersama keluarga serta kaumnya, akantetapi dalam perjalanan istrinya begitu ragu kedapa perkataan kedua malaikat tersebut dan tiada hentinya menoleh kebelakang dalam perjalanan sehingga ia tertinggal dari rombongan nabi Luth as.
Begitu Nabi Luth beserta kedua puterinya melewati batas kota Sadum, sewaktu fajar menyingsing, bergetarlah bumi dengan dahsyatnya di bawah kaki rakyat Sodom, tidak terkecuali isteri Nabi Luth yang munafik itu. 
Getaran tersebut diikuti gempa bumi dahsyat dan angin kencang, serta hujan batu yang menghancurkan Kota Sodom berserta semua penghuninya. Pada akhirnya masyarakat sodompun di musnahkan.
Sebagai peringatan bagi kaum yang kemudian, Allah meninggalkan bekas-bekas keruntuhan Kota Sodom. Dalam Alquran, Surah Asy-Syuaraa (26:160-173)

C.    Metode dakwah nabi Luth as
Ada beberapa metode yang dapat kita ambil dari dakwah nabi Luth as yaitu sebagai berikut;
1.      Nabi Luth as mengajak para kaum negri Sodom untuk kembali ke jalan Allah SWT secara terus menerus (istiqomah)
2.      Nabi Luth as bersabar dalam mengajak para kaum Sodom walaupun nabi Luth as di cela bahkan di ancam untuk di ungsikan.
3.      Memasrahkan diri kepada Allah dalam menghadapi kaum Sodom yang keras kepala.


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
   Setelah penulis menyusun bab pendahuluan dan pembahasan. Maka, penulis menyimpulkan pembahsan tersebut pada bab penutupan ini. Adapun kesimpulannya adalah sebagai berikut;
1.      Nabi Luth adalah anak keponakan Nabi Ibrahim. Ayahnya bernama Haran (Abaraan) bin Tareh, saudara kandung Nabi Ibrahim yang kembar dengan pamannya yang bernama nahor.
Silsilah lengkapnya adalah Luth bin Haran bin Azara bin Nahur bin Suruj bin Rau bin Falij bin Abir bin Syalih bin Arfahsad bin Syam bin Nuh. Dia menikah dengan seorang gadis bernama Ado. Namun ada juga yang menyebutnya Walihah.
Nabi Luth memiliki dua orang anak perempuan bernama Raitsa dan Zaghrata. Sebagian besar hidup Nabi Luth dihabiskan dengan mengikuti perjalanan bersama Nabi Ibrahim. Mereka juga dikenal suka berdagang dan beternak.
2.      Kaum Sodom termasuk kaum yang kebiasaannya melakukan hal tercela seperti ; berzina sesame jenisnya, merampas harta benda orang lain, menindas orang-orang yang lemah diantara mereka. Sehingga pada akhirnya Allah SWT menurunkan azab kepada mereka berupa gempa bumi dahsyat dan angin kencang, serta hujan batu dan buta.
3.      Metode dakwah nabi Luth as adalah sebagai berikut ;
a.       Istiqomah
b.      Bersabar
c.       Bertawakkal


DAFTAR PUSTAKA

Ø  Katsir, Ibnu. Kisah Para Nabi. Pustaka Azzam; Jakarta
Ø  http://ceritaislami.net/cerita-nabi-luth-as-dan-kisah-kaumnya-yang-sesat-kena-azab/

Ø  http://makalahzieza.blogspot.co.id/2014/04/kisah-kaum-nabi-luth-dalam-surat-al.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar